Tiga ROG Andalan Untuk Para Gamers

Seorang pria menggunakan komputer (Source: www.pexels.com)

Tren memainkan permainan berat sudah tidak lagi hanya melekat pada penggunaan personal computer (PC) dengan rakitan terbaik, tetapi kini juga mulai merambah ke penggunaan laptop. Dimulai dengan adanya Republic of Gamers (ROG) yang didirikan oleh Asus, awalnya nama tersebut dikhususkan untuk digunakan oleh produk-produk perangkat keras keluaran Asus yang digunakan untuk keperluan bermain permainan berat sepeti papan induk komputer dan kartu grafis.

Semenjak munculnya seri G1 dan G2 sebagi pelopor laptop gaming keluaran ROG pada tahun 2007, Asus kerap kali memunculkan berbagai macam tipe ROG lain yang tentu saja dilengkapi dengan perangkat keras dan perangkat lunak yang sangat memadai. Bahkan, dapat dikatakan bebebarap keluaran terbaru ROG merupakan laptop ‘monster’ yang mampu menyimpan berbagai macam permainan berat seperti FIFA dan sebagainya. Berdiri teguh dengan misinya sejak awal, ROG sangat berkomitmen untuk memproduksi perangkat keras PC dan juga laptop gaming yang inovatif agar para pecinta game seluruh dunia memiliki pengalaman yang tidak kalah menyenangkan dari para pengguna PC. Untuk mengetahui lebih dalam, berikut beberapa rekomendasi ROG terbaik tahun 2019 dan juga spesifikasinya.

ROG ZEPHYRUS S (GX701)

Bagi para pemain game, memiliki layar yang besar dan perangkat keras paling mumpuni merupakan suatu keharusan. ROG Zephyrus S (GX701) sangat cocok untuk digunakan sebagai perangkat untuk memainkan permainan yang memiliki jarak pandang luas seperti Skyrim, Assassin’s Creed, dan Hitman.

Meski laptop ini memiliki lebar layar sebesar 17 inci, akan tetapi laptop ini merupakan salah satu laptop gaming paling kecil hanya dengan ketebalan sebanyak 18.7 milimeter. Laptop ini dapat dijuluki sebagai ‘little monster’ karena meskipun kecil, tetapi komponen yang terdapat di dalamnya tidak main-main. GX701 memiliki komponen ProArtTM TruColor Technology yang membuat gambar-gambar menjadi sedikit lebih berwarna dan benar-benar terang. Laptop ini tidak hanya dapat digunakan sebagai sarana bermain, tetapi juga bagi mereka yang menyukai dan bergelut di dunia desain.

Untuk mode laptop sendiri, GX701 memiliki dua mode. Yaitu mode gaming dimana seluruh perangkat lunak penunjang kebutuhan bermain diaktifkan secara penuh (G-Sync Mode), dan jug mode penyimpanan baterai (Optimus Mode) yang membuat laptop dalam keadaan mengistirahatkan seluruh komponen berat untuk mengaktifkan input sederhana agar laptop lebih tahan lama ketika dipakai.

Keaslian gambar yang ditampilkan GX701 juga didukung oleh GeForce RTXTM 2080 GPU yang membuat GX701 memiliki teknologi untuk memproses gambar secara jernih dan Gen 9 CPU Intel CoreTM i7 agar permainan memiliki visual serealistis mungkin. Apabila digunakan untuk memainkan The Sims 4, maka GX701 akan terlihat seperti membawa pemain benar-benar masuk ke dalam dunia sbobet88 permainan tersebut. Untuk performa sendiri, laptop ini sangatlah cepat dan tidak akan lamban meskipun permainan yang sedang dibuka adalah permainan berat karena laptop sudah dilengkapi dengan DDR4 RAM hingga sebesar 32GB dan Nvidia RTX 2080 GPU. Kemudian, gamers juga tidak perlu khawatir akan laptop yang mudah panas dan berisik. Satu hal yang kurang dari laptop ini adalah tidak adanya fitur layar 4K yang menampilkan seluruh gambar dan warna secara detail.

ROG STRIX G

Berbeda dengan ROG ZEPHYRUS S (GX701), laptop STRIX G lebih mengedepankan fungsi intelligent cooling yang membuat prosesor bekerja lebih baik. Dilihat dari desainnya, perangkat ini memiliki beberapa garis panjang di belakang laptop yang berfungsi sebagai ventilasi ekstra agar aliran udara mengalir lebih banyak, sehingga laptop tidak akan mudah panas ketika digunakan untuk bermain. Karena STRIX G lebih berfokus pada konsep laptop gaming yang memiliki fungsi pendinginan lebih unggul dari laptop lain, maka tampilan luar dari perangkat ini memiliki warna biru terang untuk mempertegas konsepnya.

Untuk komponen dalam, STRIX G tidak hanya berfokus kepada gaming, tetapi juga untuk kegiatan produktivitas lainnya. Maka dari itu, mereka hanya menggunakan prosesor Intel CoreTM i5 ketimbang Intel CoreTM i7 yang diusung oleh GX701. Akan tetapi, kedua laptop tersebut menggunakan chipset yang sama yaitu Intel HM370 E xpress Chipset. Sementara untuk visual sendiri, STRIX G memiliki GeForce RTXTM yang mampu memberikan tampilan halus dan tidak patah-patah ketika laptop digunakan untuk memainkan permainan virtual reality (VR). Meski begitu, salah satu yang kurang dari laptop ini adalah warna yang ditampilkan laptop tidak begitu cerah seperti laptop gaming lain.

ROG ZEPHYRUS M GU502

Meski berasal dari seri yang sama dengan GX701, akan tetapi GU502 memiliki desain yang lebih feminin dibandingkan dengan saudaranya. Laptop ini memiliki dua pilihan warn, biru muda dan hitam. Meski warna hitam, tetapi warna yang ditampilkan ketika lampu keyboard menyala. Warna yang ditampilkan adalah warna-warni. Warna yang jarang digunakan oleh laptop-laptop gaming yang notabennya hanya digunakan oleh laki-laki.

Untuk desain luar, GU502 memiliki ukuran yang sangat tipis layaknya laptop biasa. Bahkan, laptop ini memiliki berat di bawah 2kg. Berat yang sudah pasti tidak dimiliki oleh laptop gaming lainnya. Bahkan, GU502 merupakan laptop gaming terkecil dan terenteng ketika dibandingkan dengan ROG ukuran 15 inci lainnya sebanyak 45 persen.

Sama seperti STRIX G, laptop ini tidak hanya dapat digunakan sebagai laptop bermain tetapi juga untuk kegiatan sehari-hari. Meski begitu, yang membedakan adalh GU502 memiliki prosesor Gen 9 Intel CoreTM i7 dilengkapi dengan grafik Nvidia GeForce RTXTM 2060. Si kecil ini mampu mengimbangi permainan dan beberapa aplikasi besar lainnya yang dibuka secara bersamaan. Selanjutnya, meskipun GU502 tidak memiliki dua mode laptop seperti GX701, tetapi laptop ini memiliki fitur dimana dia akan secara otomatis mematikan perangkat grafik apabila grafik yang ditampilkan tidak terlalu membutuhkan tampilan warna dan visual yang terang, jernih, dan berwarna.

ESports Dari Waktu Ke Waktu

ESports Dari Waktu Ke Waktu

Akhir-akhir ini electronic sports (eSports) sedang disorot oleh berbagai pihak terutama pemerintah. Beberapa organisasi pemerintahan memberikan dukungan untuk cabang olahraga baru ini. Sebagai bentuk dukungan terhadap perkembangan eSports, lembaga pemerintahan membuat event eSports di Indonesia.

Cabang olahraga eSports sedang mengalami masa jayanya. Seiring dengan perkembangannya, eSports menjadi semakin dikenal oleh khalayak. Beberapa pemain eSports menjadikan jenis olahraga ini sebagai sebuah profesi dan mata pencaharian utamanya.

Namun, hal ini nampaknya sudah menjadi sesuatu yang wajar. Karena saat ini eSports sudah terkenal menjadi sebuah industri permainan yang sangat menjanjikan dari aspek karir dan ekonomi. Para atlet eSports dan komunitas pecinta eSports kini mulai bertambah dari berbagai usia.

Bermain game (gaming) yang dilakukan secara kompetitif sebenarnya sudah ada sejak tahun 80-an. Pada saat itu, diadakan sebuah turnamen game yang memiliki format 8-bit yang diinisiasi oleh perusahaan Atari yang berjudul “Space Invaders”. diketahui , turnamen tersebut diikuti oleh kurang lebih 10 ribu partisipan pada saat itu.

Mulai memasuki tahun 1990 sampai 2000 awal, komputer personal (PC) mulai populer di masyarakat. Kompetisi eSport yang sebenarnya mulai diadakan. Turnamen bernama “Red Annihiliation” sebagai penanda bahwa kompetisi eSports yang serius mulai hadir. Turnamen ini secara khusus mempertandingkan sekitar 2000 orang dalam sebuah game first person shooter (FPS) atau Quake.

Tidak lama setelah turnamen tersebut dihelat, salah satu liga gaming terbesar bernama Cyberathlete Professional League, mengadakan sebuah turnamen pertamanya yang diberi hadiah 15 ribu dollar AS atau 214 juta. Pada saat itu kompetisi pada eSports sempat dikatakan lebih fokus pada game-game bersifat FPS, olahraga serta arkade. Namun, berbagai format game tersebut mulai ditambah dengan hadirnya permainan strategi real-time (RTS). 

Di tahun 2000-an hingga kini, eSports sedang di masa keemasan. Semakin banyaknya turnamen-turnamen tingkat tinggi di berbagai negara misalnya World Cyber Games, Electronic Sports World Cup dan Major League Gaming (MLG) membuat masa depan eSports terlihat sangat cemerlang.

Salah satu anggota eSports Vainglory mengatakan bahwa di masa depan, eSports akan menjadi bidang yang menjanjikan. Hadiah yang didapatkan juga tidak bisa diremehkan terlebih lagi jika atlet eSports bepartisipasi dalam turnamen level internasional.

Dukungan kepada eSports diberikan oleh berbagai pihak, salah satunya adalah pemerintah. Kementrian Pemuda Olahraga (KEMENPORA), Federasi Olahraga Masyarakat (FORMI) beserta Kementrian Komunikasi dan Informasi (KOMINFO) mulai memberikan support bagi kemajuan eSports di Indonesia.

Atlet eSports langsung dipersiapkan untuk mengikuti 3 turnamen yakni Piala Presiden, Youth National ESports Championship dan IEC University Series 2019. Menurut salah satu tokoh yang berkarir di dunia eSports, Gisma Priayudha, konsistensi dukungan yang diberikan dari seluruh pihak kepada eSports lebih baik daripada dukungan yang berlebih namun hanya sesaat. Ia menambahkan, sejauh ini dukungan dari pemerintah terhadap cabang olahraga ini masih sebatas wacana, belum ada realisasi konkret.

Apabila dukungan yang diberikan hanya sekadar wacana, kemungkinan percepatan perkembangan eSports di Indonesia tidak akan berubah. Namun dengan hal ini, tidak berarti eSports menjadi mundur karena tidak ada sokongan pemerintah. Selama ini, dunia eSports ada dalam kondisi yang stabil, bahkan tanpa adanya dukungan pemerintah. Tetapi alangkah baiknya seluruh pihak terutama pemerintah, memberikan dukungan yang dilakukan secara konsisten untuk mewujudkan kemajuan industri eSports di masa mendatang. 

Karena apapun yang terjadi, tujuan dari eSports sendiri adalah untuk memberi kesempatan bagi generasi baru untuk bisa menjadikan hobi bermain game sebagai sebuah profesi. Jadi, apapun jenis dukungannya, baik dari pihak pemerintah maupun swasta, intinya semua soal bisnis karena tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan dasar sebagai manusia adalah terpenuhinya sandang, pangan, papan.

Menyoal dukungan dari pemerintah, sebenarnya hal ini perlu diapresiasi bukan hanya dari aspek material namun juga soal dukungan moril. Dukungan moril yang dimaksud adalah memberi kepastian terhadap masa depan eSports, tidak hanya sebatas wacana.

Baik atlet maupun pecinta eSports membutuhkan kepastian bahwa pemerintah secara resmi mendukung olahraga ini, sehingga kepercayaan para sponsor terhadap industri ini lebih meningkat. Terlibatnya tokoh-tokoh pemerintahan dalam turnamen juga sangat menguntungkan karena media mainstream akan meliput eSports sehingga khalayak luas lebih mengetahui soal jenis olahraga yang berbasis elektronik dan bisa memberi dukungan dalam bentuk apapun.

Kemajuan ESports, Memajukan Perekonomian Indonesia

Kemajuan ESports, Memajukan Perekonomian Indonesia

Dewasa ini dunia gaming sudah semakin maju dan berkembang. Ditambah di Indonesia ada cabang olahraga baru yang berbasis elektronik bernama eSports. Resminya eSports menjadi jenis cabang olahraga baru, ditandai dengan terbentuknya Indonesia eSport Association (IeSPA) di tahun 2014.

Di tahun 2019, nama eSports semakin meroket karena olahraga ini turut andil pada acara pesta olahraga bergengsi Asian Games 2018 yang diselenggarakan di tanah air tepatnya di Kota Jakarta dan Palembang. Meskipun dalam turnamennya masih dalam kategori peragaan, di mana belum ada medali. 

Olahraga elektronik ini memang belum sepopuler jenis olahraga lainnya di Indonesia, namun ternyata perkembangannya cukup pesat. Di ranah internasional, Indonesia masuk peringkat ke-16 dalam pasar industri gaming. 

Secara global, total pendapatan dari 43,7 juta gamers Indonesia menghasilkan 879,7 juta dollar AS, data dikutip dari Newzoo. Marketing Director Intel ANZ & South East Asia mengatakan bahwa industri gaming di Indonesia terus mengalami perkembangan. 

Jika dilihat secara keseluruhan, kawasan Asia Pasifik menjadi kawasan terbesar dalam memanfaatkan pendapatan dari sektor video game dan eSports. Tahun 2017, benua Asia terhitung menyumbang kurang lebih sepertiga dari total pendapatan pada sektor eSports secara global di angka 406 juta dollar AS, jumlah ini mengalahkan kawasan-kawasan lainnya.

Di sisi lain, fitur live streaming menjadi suatu faktor pendukung yang penting bagi perkembangan turnamen video game menjadi olahraga massal. Terdapat salah satu platform yang menyediakan  layanan live streaming khusus untuk gaming dan eSports. Menurut tim marketing dari platform  tersebut, minat penonton di Indonesia untuk menyaksikan live streaming turnamen setingkat Asia Tenggara dan nasional menunjukkan indikator pesatnya pertumbuhan industri eSports di Indonesia.

Live streaming yang banyak meningkatkan animo masyarakat di Indonesia yakni live streaming turnamen seperti East Asia Cyber (SEACA) 2018 dan PUBG Indonesia National Championship 2018. Selain itu ada juga turnamen eSports berkelas dunia, misalnya ESL Pro League CS: Go dan Arena of Valor International Championship. 

Di Indonesia, meningkatnya minat masyarakat terhadap konsumsi live streaming khusus untuk eSports dan gaming, dipicu dengan kondisi prasarana pendukung yang membaik. Misalnya stabilnya jaringan internet yang sudah dibekali dengan 4G yang cukup merata, dan semakin terjangkaunya harga serta beragam pilihan smartphone berbasis 4G. Selain itu, pertumbuhan pesat komunitas eSports di beberapa daerah di Indonesia seperti Kalimantan dan Sulawesi didukung oleh banyaknya penyelenggaraan turnamen eSports yang rutin dilaksanakan sepanjang tahun 2018. 

Proyeksi eSports di Indonesia nampak cemerlang. Menurut Presiden Indonesia Premier League (IESPL), di Indonesia terdapat 43,7 juta pemain aktif. Jika dilihat dari aspek ekonomi, nilainya bisa ratusan juta dolar AS. Nilai ekonomi tersebut datang dari berbagai aspek yang berkaitan dengan bermain video game. 

Aspek yang mendukung antara lain adalah pulsa. Jika ingin bermain game atau eSports tentunya Anda membutuhkan pulsa agar dapat mengaksesnya. Selain pulsa ada juga voucher untuk bisa menaikkan level yang digunakan oleh gamers. Bisa Anda bayangkan jika satu orang saja yang menghabiskan uang 50.000 rupiah untuk membelinya, dikalikan dengan beribu orang dalam kurun waktu 1 jam. Itu lah sumber pendapatan yang datang. Ditambah lagi dengan penyedia layanan live streaming untuk gaming dan eSports. Pertumbuhan ekonomi pada ranah eSports semakin melonjak naik.

Tidak sampai di situ saja, peluang ekonomi bisa juga datang dari penjualan perangkat penunjang saat bermain game, seperti keyboard, mouse, console video game hingga headphone. 

Menurut Presiden IESPL, 56% dari total keseluruhan pemain game memiliki headphone. Mengapa? Tujuannya agar main game semakin seru. Dari sini penjualan-penjualan perangkat penunjang video game, bisa menjadi peluang bisnis. 

Tanpa disadari, ternyata peluang bisnis juga datang dari pengguna platform YouTube. Dari channel YouTube pribadinya, influencer dan reviewer game bisa mendapatkan pundi-pundi rupiah dari video reviewnya. 

Jadi seiring dengan berkembangnya eSports dan gaming di Indonesia, dampak positifnya juga dirasakan oleh sektor ekonominya. Tidak disangka ternyata banyak sekali sumber pendapatan yang bisa didapatkan dari cabang olahraga elektronik ini. Mulai dari layanan live streaming, perangkat pendukung untuk bermain game, pulsa dan voucher untuk gaming hingga dari channel YouTube. 

Jumlah pemain dan komunitas eSports dan gaming pun turut meramaikan dunia permainan online. Melihat banyaknya sumber pendapatan eSports bagi perekonomian, semoga eSports dan gaming bisa lebih berkembang semakin pesat di Indonesia. Tentunya diimbangi dengan inovasi baru pada jenis permainannya. Dukungan pemerintah pun juga diperlukan untuk menjaga agar eSports dapat terus bertahan bahkan bisa menang di turnamen internasional serta event olahraga yang besar, sebagai cabang olahraga elektronik.

Perbedaan ESport dan Game Online Ini Harus Kamu Ketahui

Turnamen eSport PUBG

Pada artikel sebelumnya, sudah dijelaskan mengenai elektronik sports atau disingkat (eSports) dan Game Online. Namun keduanya dibahas secara terpisah. Bagi Anda yang masih mencari tahu perbedaan antara eSports dan Game online, dalam tulisan ini akan membahas perbedaan dari keduanya. 

Olahraga elektronik (eSports) seringkali disangkut pautkan dengan dunia gaming. Memang sebenarnya eSports berasal dari gaming. Namun ternyata keduanya memiliki perbedaan. Apakah perbedaannya?


1. ESports termasuk dalam kategori olahraga, Game Online adalah Hiburan

Menurut pengamat gaming dan eSports, Dedy Irvan, eSports adalah profesi. Karena termasuk ke dalam kategori olahraga, atlet eSports memiliki penampilan yang berbeda dengan para pemain game. Atlet eSports mengenakan seragam layaknya altet pada cabang olahraga lainnya. Para atlet eSports dilatih secara profesional, termasuk soal kebugaran. Hal ini untuk menunjang performa saat pertandingan.

Sementara itu, game online merupakan hiburan. Setiap orang bisa bermain game online untuk mengisi waktu luang, bukan untuk tujuan profesional. Dari segi skill, pemain game online tidak membutuhkan latihan secara khusus untuk menjadi profesional. Bermain game online juga tidak memakai seragam seperti atlet eSports.


2. Durasi bermain dan Jumlah pemain

Dalam hal waktu bermain, tim eSports menghabiskan waktu latihan rata-rata 8 jam. Dari sekian jam ini, tidak full bermain game selama 8 jam. Waktu tersebut terbagi atas latihan makro, scrim, analisa, taktik hingga latihan fisik dan team bonding. Misalnya satu tim eSports menghabiskan waktu untuk latihan bermain game yaitu 2 jam. Sisanya mereka melakukan analisa permainan, penerapan taktik dan menentukan strategi yang menghabiskan waktu mencapai 4 jam. Dari segi pemain, eSports bermain untuk tim.

Dari segi waktu, bermain game online tidak sampai pada durasi 8 jam. Walaupun mungkin beberapa gamers mengaku bermain hingga 8 jam bahkan lebih. Namun, pada durasi tersebut full hanya bermain game. Untuk jumlah pemainnya, game online tidak bermain untuk tim.


3. ESports butuh bakat dan latihan khusus

Bagi atlet eSports memiliki bakat adalah sebuah keharusan. Memiliki bakat alami dengan didukung latihan yang rutin menghasilkan atlet eSports yang profesional. Atlet yang berbakat akan lebih memiliki kualitas bermain yang baik walaupun dengan durasi bermain yang cukup singkat. 

Pemain game online, tidak memerlukan bakat dan latihan khusus untuk bisa bermain. Mengingat game online hanya sebagai hiburan, bukan sebagai profesi, jadi tidak ada standar khusus yang dibutuhkan para gamers. 


4. Jenis Permainan

Jenis Game untuk eSports memiliki standar yang tidak sembarangan. Game yang digunakan pada eSports harus kompetitif dan dapat dipertandingkan dalam sekala besar oleh berbagai negara. Inti dari eSports adalah fakta bahwa atlet harus mampu bersaing dengan lawan, baik secara individu maupun tim. Game pada eSports juga haru dilihat dari tujuannya. Tujuannya tidak hanya sekadar mengalahkan lawan tapi juga untuk menghancurkan basis pertahanan. Maka dari itu, dibutuhkan skill khusus, strategi dan teknik tertentu yang diterapkan oleh atlet. 

Permainan yang dimainkan oleh gamers online tidak harus dipertandingkan dalam sekala besar. Karena memang pada dasarnya bermain game online tujuannya untuk hiburan. 

Pada dasarnya, eSports adalah olahraga yang berasal dari game namun lebih kepada tingkat yang serius. eSports memiliki standar tertentu baik dari segi skill, durasi, jumlah pemain hingga jenis permainannya. Di sisi lain, bermain game online tidak seserius eSports karena pemainnya lebih memiliki tujuan untuk mencari hiburan. Namun bukan berarti game online dapat dipandang sebelah mata. Banyak game online yang memerlukan strategi dan taktik untuk memainkannya. Dengan bermain game online yang diseriuskan, bisa jadi Anda berpotensi menjadi atlet eSports.

Menang di Asian Games 2018, Yuk Kenali eSport!

Turnamen eSport

Membahas mengenai olahraga, pada Agustus 2018 Indonesia menyelenggarakan pesta olahraga Asian Games. Untuk pertama kalinya pesta olahraga Asian Games dilaksanakan di dua kota di Indonesia yakni Jakarta dan Palembang. Berbagai cabang olahraga ikut serta dalam event tersebut. Salah satu cabang olahraga yang turut andil dan menarik perhatian adalah eSport. Menariknya, baru mengikuti ajang Asian Games, Indonesia mendapatkan emas di nomor Clash Royal yang diraih oleh atlet Ridel Yesaya Sumarandak.

Lantas mengapa eSport masuk dalam kategori olahraga? Menurut Deputi Pembudayaan Olahraga, eSport membutuhkan konsentrasi, daya tahan dan stamina. Bahkan eSport membutuhkan stamina yang lebih dari catur. Hal tersebut menjadikan eSport dikategorikan ke dalam aspek keolahragaan. Pemain eSport yang sudah masuk ke dalam kategori atlet perlu berlatih fisik untuk menjaga dan meningkatkan stamina.

Berkembangnya eSport di Indonesia diawali oleh munculnya perkumpulan yang disebut dengan Indonesia Gamers atau yang saat ini lebih dikenal dengan Liga Game. Perkumpulan ini dibentuk dengan tujuan mengumpulkan gamers di Indonesia. Liga Game menjadi pelopor kemunculan eSport di Indonesia saat mengadakan kompetisi game pertama pada tahun 1999. Pada saat itu, eSport mulai melebarkan sayap di Indonesia. Untuk lebih mengenal soal eSport, berikut beberapa games eSport terbaik yang perlu Anda ketahui:

Rainbow Six Siege

Game dari Ubisoft ini memfokuskan pada kerja sama antar pemain. Setiap pemain akan mengendalikan operator yang terbagi ke dalam dua tim. Salah satu tim akan menjadi penyerang kemudian tim lainnya menjadi pihak bertahan. Rainbow Six Siege termasuk ke dalam salah satu game eSport dan penyelenggaraan kompetisinya bekerja sama dengan ESL.

DOTA 2

Game ini sudah tidak asing lagi bagi para gamers. Dota 2 lebih dikenal sebagai game arena dengan pertarungan multi player (banyak pemain). Dota 2 mengarah pada game battle di mana para pemainnya harus membangun kerja sama tim yang baik antar anggotanya. Dalam game ini menyediakan item dan hero yang dapat dikombinasikan hingga jumlah yang tak terbatas, dan akan memicu rasa penasaran para pemainnya pada arena yang ada.

League of Legend

Game ini menjadi salah satu MOBA (Multiple Online Battle Arena) terbaik yang menyajikan kombinasi antara real time strategy, role playing serta tower defense. Hal ini menjadikan League of Legend sebagai game MOBA yang unik dari game lainnya. Para pemain akan merasa tertantang untuk menaklukan setiap step dengan tingkat kesulitan yang berbeda-beda dalam game ini.

Age of Empires

Permainan ini tidak terlalu familiar di dunia eSport namun tidak dapat diremehkan karena Age of Empires memiliki kompetisi tersendiri yang diikuti oleh peserta dari berbagai negara. Age of Empires menitikberatkan pada pengumpulan sumber daya dan membangun pertahanan militer. Pemain dituntut untuk menyusun strategi memanajemen unit mereka dengan tepat agar dapat memenangkan pertempuran.

Counter Strike: Global Offensive

Sama seperti DOTA 2, Counter Strike merupakan game yang pastinya sering didengar oleh para gamers. Sebagai penerus dari seri Counter Strike, game ini tidak membutuhkan waktu lama untuk mendapatkan kepopuleran. Turnamen game ini rutin diselenggarakan setiap tahunnya, dengan antusiasme penggemar yang cukup tinggi.

Itulah beberapa games terbaik eSport yang perlu Anda ketahui. Asosiasi eSport Indonesia (IeSPA) akan mengikuti pertandingan di ajang Sea Games 2019 yang bertempat di Filipina Desember mendatang. IeSPA berharap para atlet eSport Indonesia dapat menyabet 4 medali emas pada turnamen bergengsi tersebut. Semoga IeSPA dapat merealisasikan harapannya dan dapat mencetak prestasi lebih banyak di kancah internasional.

Mengenal Game Online dan Jenisnya

Setiap orang pastinya memiliki berbagai macam pilihan aktivitas untuk mengusir rasa bosan. Mungkin dengan menonton film favorit, berbelanja atau mungkin aktivitas yang cukup mudah untuk dilakukan, Anda dapat melakukannya di manapun, dan pastinya dapat menghilangkan rasa bosan, yaitu bermain game online. Di era digital, game online semakin banyak digandrungi oleh berbagai usia, dari anak-anak hingga dewasa. Namun sebelumnya Anda perlu mengetahui terlebih dahulu, sebenarnya apa itu game online?

Game online merupakan sebuah jenis video permainan yang hanya dapat dijalankan bila suatu perangkat yang digunakan untuk bermain, terhubung dengan koneksi internet. Jadi apa saja yang Anda butuhkan untuk bermain game online? Tentu saja perangkat untuk bermain game seperti PC atau Handphone dan koneksi internet yang memadai. Jika salah satu komponen tersebut tidak ada, maka Anda tidak dapat bermain game online.

Dalam game online biasanya terdiri atas satu pemain (player) game yang terhubung dengan pemain game online lainnya. Misalnya dalam satu permainan game online, tersedia fitur chat atau voice note. Nah, Anda dapat memanfaatkan fitur tersebut untuk berinteraksi dengan pemain lainnya yang sedang online. Fitur seperti ini serupa dengan layanan jejaring media sosial.

Bagi Anda yang tertarik dengan dunia game online, nampaknya Anda perlu untuk mengetahui jenis-jenis game online. Jenis yang dimaksud adalah tipe dari program game online. Saat ini terdapat 2 tipe program game online:

  1. Game Online Berbasis File Offline Installer
    Game Online berbasis file offline installer yang dimaksud adalah permainan yang dapat diinstall di perangkat tanpa menggunakan koneksi internet. Namun untuk memainkan permainan tersebut tetap menggunakan harus terhubung dengan koneksi internet. Hal ini bertujuan untuk menghubungkan seorang pemain ke server game, kemudian diproses oleh server, sehingga pemain satu dapat berinteraksi dengan pemain lainnya. Game berbasis file offline installer ini memiliki kelebihan yakni di fitur dan grafisnya yang kuat. Sementara kekurangannya yaitu sering ngelag apabila perangkat yang digunakan tidak memiliki spesifikasi yang tinggi.
  2. Game Online Berbasis Web
    Game online dengan basis web ini, tidak perlu menginstall game yang ingin dimainkan. Namun, untuk bermain Anda perlu menggunakan browser seperti Google Chrome atau Mozilla Firefox. Anda hanya perlu mengetik alamat URL game online yang ingin Anda mainkan. Pada game jenis ini, kekurangannya yaitu grafisnya tidak sebagus game basis file offline installer serta kekuatan koneksi internet memengaruhi kecepatan dari game online yang dimainkan.

Anda yang tertarik untuk mencoba online gaming? berikut beberapa game online yang bisa dimainkan dan update di tahun ini. Anda dapat mencoba Torchlight Frontier, Ashes of Creation, Camelot Unchained, Pagan Online serta World War Z. Selamat mencoba!