ESports Dari Waktu Ke Waktu

ESports Dari Waktu Ke Waktu

Akhir-akhir ini electronic sports (eSports) sedang disorot oleh berbagai pihak terutama pemerintah. Beberapa organisasi pemerintahan memberikan dukungan untuk cabang olahraga baru ini. Sebagai bentuk dukungan terhadap perkembangan eSports, lembaga pemerintahan membuat event eSports di Indonesia.

Cabang olahraga eSports sedang mengalami masa jayanya. Seiring dengan perkembangannya, eSports menjadi semakin dikenal oleh khalayak. Beberapa pemain eSports menjadikan jenis olahraga ini sebagai sebuah profesi dan mata pencaharian utamanya.

Namun, hal ini nampaknya sudah menjadi sesuatu yang wajar. Karena saat ini eSports sudah terkenal menjadi sebuah industri permainan yang sangat menjanjikan dari aspek karir dan ekonomi. Para atlet eSports dan komunitas pecinta eSports kini mulai bertambah dari berbagai usia.

Bermain game (gaming) yang dilakukan secara kompetitif sebenarnya sudah ada sejak tahun 80-an. Pada saat itu, diadakan sebuah turnamen game yang memiliki format 8-bit yang diinisiasi oleh perusahaan Atari yang berjudul “Space Invaders”. diketahui , turnamen tersebut diikuti oleh kurang lebih 10 ribu partisipan pada saat itu.

Mulai memasuki tahun 1990 sampai 2000 awal, komputer personal (PC) mulai populer di masyarakat. Kompetisi eSport yang sebenarnya mulai diadakan. Turnamen bernama “Red Annihiliation” sebagai penanda bahwa kompetisi eSports yang serius mulai hadir. Turnamen ini secara khusus mempertandingkan sekitar 2000 orang dalam sebuah game first person shooter (FPS) atau Quake.

Tidak lama setelah turnamen tersebut dihelat, salah satu liga gaming terbesar bernama Cyberathlete Professional League, mengadakan sebuah turnamen pertamanya yang diberi hadiah 15 ribu dollar AS atau 214 juta. Pada saat itu kompetisi pada eSports sempat dikatakan lebih fokus pada game-game bersifat FPS, olahraga serta arkade. Namun, berbagai format game tersebut mulai ditambah dengan hadirnya permainan strategi real-time (RTS). 

Di tahun 2000-an hingga kini, eSports sedang di masa keemasan. Semakin banyaknya turnamen-turnamen tingkat tinggi di berbagai negara misalnya World Cyber Games, Electronic Sports World Cup dan Major League Gaming (MLG) membuat masa depan eSports terlihat sangat cemerlang.

Salah satu anggota eSports Vainglory mengatakan bahwa di masa depan, eSports akan menjadi bidang yang menjanjikan. Hadiah yang didapatkan juga tidak bisa diremehkan terlebih lagi jika atlet eSports bepartisipasi dalam turnamen level internasional.

Dukungan kepada eSports diberikan oleh berbagai pihak, salah satunya adalah pemerintah. Kementrian Pemuda Olahraga (KEMENPORA), Federasi Olahraga Masyarakat (FORMI) beserta Kementrian Komunikasi dan Informasi (KOMINFO) mulai memberikan support bagi kemajuan eSports di Indonesia.

Atlet eSports langsung dipersiapkan untuk mengikuti 3 turnamen yakni Piala Presiden, Youth National ESports Championship dan IEC University Series 2019. Menurut salah satu tokoh yang berkarir di dunia eSports, Gisma Priayudha, konsistensi dukungan yang diberikan dari seluruh pihak kepada eSports lebih baik daripada dukungan yang berlebih namun hanya sesaat. Ia menambahkan, sejauh ini dukungan dari pemerintah terhadap cabang olahraga ini masih sebatas wacana, belum ada realisasi konkret.

Apabila dukungan yang diberikan hanya sekadar wacana, kemungkinan percepatan perkembangan eSports di Indonesia tidak akan berubah. Namun dengan hal ini, tidak berarti eSports menjadi mundur karena tidak ada sokongan pemerintah. Selama ini, dunia eSports ada dalam kondisi yang stabil, bahkan tanpa adanya dukungan pemerintah. Tetapi alangkah baiknya seluruh pihak terutama pemerintah, memberikan dukungan yang dilakukan secara konsisten untuk mewujudkan kemajuan industri eSports di masa mendatang. 

Karena apapun yang terjadi, tujuan dari eSports sendiri adalah untuk memberi kesempatan bagi generasi baru untuk bisa menjadikan hobi bermain game sebagai sebuah profesi. Jadi, apapun jenis dukungannya, baik dari pihak pemerintah maupun swasta, intinya semua soal bisnis karena tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan dasar sebagai manusia adalah terpenuhinya sandang, pangan, papan.

Menyoal dukungan dari pemerintah, sebenarnya hal ini perlu diapresiasi bukan hanya dari aspek material namun juga soal dukungan moril. Dukungan moril yang dimaksud adalah memberi kepastian terhadap masa depan eSports, tidak hanya sebatas wacana.

Baik atlet maupun pecinta eSports membutuhkan kepastian bahwa pemerintah secara resmi mendukung olahraga ini, sehingga kepercayaan para sponsor terhadap industri ini lebih meningkat. Terlibatnya tokoh-tokoh pemerintahan dalam turnamen juga sangat menguntungkan karena media mainstream akan meliput eSports sehingga khalayak luas lebih mengetahui soal jenis olahraga yang berbasis elektronik dan bisa memberi dukungan dalam bentuk apapun.