Kemajuan ESports, Memajukan Perekonomian Indonesia

Kemajuan ESports, Memajukan Perekonomian Indonesia

Dewasa ini dunia gaming sudah semakin maju dan berkembang. Ditambah di Indonesia ada cabang olahraga baru yang berbasis elektronik bernama eSports. Resminya eSports menjadi jenis cabang olahraga baru, ditandai dengan terbentuknya Indonesia eSport Association (IeSPA) di tahun 2014.

Di tahun 2019, nama eSports semakin meroket karena olahraga ini turut andil pada acara pesta olahraga bergengsi Asian Games 2018 yang diselenggarakan di tanah air tepatnya di Kota Jakarta dan Palembang. Meskipun dalam turnamennya masih dalam kategori peragaan, di mana belum ada medali. 

Olahraga elektronik ini memang belum sepopuler jenis olahraga lainnya di Indonesia, namun ternyata perkembangannya cukup pesat. Di ranah internasional, Indonesia masuk peringkat ke-16 dalam pasar industri gaming. 

Secara global, total pendapatan dari 43,7 juta gamers Indonesia menghasilkan 879,7 juta dollar AS, data dikutip dari Newzoo. Marketing Director Intel ANZ & South East Asia mengatakan bahwa industri gaming di Indonesia terus mengalami perkembangan. 

Jika dilihat secara keseluruhan, kawasan Asia Pasifik menjadi kawasan terbesar dalam memanfaatkan pendapatan dari sektor video game dan eSports. Tahun 2017, benua Asia terhitung menyumbang kurang lebih sepertiga dari total pendapatan pada sektor eSports secara global di angka 406 juta dollar AS, jumlah ini mengalahkan kawasan-kawasan lainnya.

Di sisi lain, fitur live streaming menjadi suatu faktor pendukung yang penting bagi perkembangan turnamen video game menjadi olahraga massal. Terdapat salah satu platform yang menyediakan  layanan live streaming khusus untuk gaming dan eSports. Menurut tim marketing dari platform  tersebut, minat penonton di Indonesia untuk menyaksikan live streaming turnamen setingkat Asia Tenggara dan nasional menunjukkan indikator pesatnya pertumbuhan industri eSports di Indonesia.

Live streaming yang banyak meningkatkan animo masyarakat di Indonesia yakni live streaming turnamen seperti East Asia Cyber (SEACA) 2018 dan PUBG Indonesia National Championship 2018. Selain itu ada juga turnamen eSports berkelas dunia, misalnya ESL Pro League CS: Go dan Arena of Valor International Championship. 

Di Indonesia, meningkatnya minat masyarakat terhadap konsumsi live streaming khusus untuk eSports dan gaming, dipicu dengan kondisi prasarana pendukung yang membaik. Misalnya stabilnya jaringan internet yang sudah dibekali dengan 4G yang cukup merata, dan semakin terjangkaunya harga serta beragam pilihan smartphone berbasis 4G. Selain itu, pertumbuhan pesat komunitas eSports di beberapa daerah di Indonesia seperti Kalimantan dan Sulawesi didukung oleh banyaknya penyelenggaraan turnamen eSports yang rutin dilaksanakan sepanjang tahun 2018. 

Proyeksi eSports di Indonesia nampak cemerlang. Menurut Presiden Indonesia Premier League (IESPL), di Indonesia terdapat 43,7 juta pemain aktif. Jika dilihat dari aspek ekonomi, nilainya bisa ratusan juta dolar AS. Nilai ekonomi tersebut datang dari berbagai aspek yang berkaitan dengan bermain video game. 

Aspek yang mendukung antara lain adalah pulsa. Jika ingin bermain game atau eSports tentunya Anda membutuhkan pulsa agar dapat mengaksesnya. Selain pulsa ada juga voucher untuk bisa menaikkan level yang digunakan oleh gamers. Bisa Anda bayangkan jika satu orang saja yang menghabiskan uang 50.000 rupiah untuk membelinya, dikalikan dengan beribu orang dalam kurun waktu 1 jam. Itu lah sumber pendapatan yang datang. Ditambah lagi dengan penyedia layanan live streaming untuk gaming dan eSports. Pertumbuhan ekonomi pada ranah eSports semakin melonjak naik.

Tidak sampai di situ saja, peluang ekonomi bisa juga datang dari penjualan perangkat penunjang saat bermain game, seperti keyboard, mouse, console video game hingga headphone. 

Menurut Presiden IESPL, 56% dari total keseluruhan pemain game memiliki headphone. Mengapa? Tujuannya agar main game semakin seru. Dari sini penjualan-penjualan perangkat penunjang video game, bisa menjadi peluang bisnis. 

Tanpa disadari, ternyata peluang bisnis juga datang dari pengguna platform YouTube. Dari channel YouTube pribadinya, influencer dan reviewer game bisa mendapatkan pundi-pundi rupiah dari video reviewnya. 

Jadi seiring dengan berkembangnya eSports dan gaming di Indonesia, dampak positifnya juga dirasakan oleh sektor ekonominya. Tidak disangka ternyata banyak sekali sumber pendapatan yang bisa didapatkan dari cabang olahraga elektronik ini. Mulai dari layanan live streaming, perangkat pendukung untuk bermain game, pulsa dan voucher untuk gaming hingga dari channel YouTube. 

Jumlah pemain dan komunitas eSports dan gaming pun turut meramaikan dunia permainan online. Melihat banyaknya sumber pendapatan eSports bagi perekonomian, semoga eSports dan gaming bisa lebih berkembang semakin pesat di Indonesia. Tentunya diimbangi dengan inovasi baru pada jenis permainannya. Dukungan pemerintah pun juga diperlukan untuk menjaga agar eSports dapat terus bertahan bahkan bisa menang di turnamen internasional serta event olahraga yang besar, sebagai cabang olahraga elektronik.