Perbedaan ESport dan Game Online Ini Harus Kamu Ketahui

Turnamen eSport PUBG

Pada artikel sebelumnya, sudah dijelaskan mengenai elektronik sports atau disingkat (eSports) dan Game Online. Namun keduanya dibahas secara terpisah. Bagi Anda yang masih mencari tahu perbedaan antara eSports dan Game online, dalam tulisan ini akan membahas perbedaan dari keduanya. 

Olahraga elektronik (eSports) seringkali disangkut pautkan dengan dunia gaming. Memang sebenarnya eSports berasal dari gaming. Namun ternyata keduanya memiliki perbedaan. Apakah perbedaannya?


1. ESports termasuk dalam kategori olahraga, Game Online adalah Hiburan

Menurut pengamat gaming dan eSports, Dedy Irvan, eSports adalah profesi. Karena termasuk ke dalam kategori olahraga, atlet eSports memiliki penampilan yang berbeda dengan para pemain game. Atlet eSports mengenakan seragam layaknya altet pada cabang olahraga lainnya. Para atlet eSports dilatih secara profesional, termasuk soal kebugaran. Hal ini untuk menunjang performa saat pertandingan.

Sementara itu, game online merupakan hiburan. Setiap orang bisa bermain game online untuk mengisi waktu luang, bukan untuk tujuan profesional. Dari segi skill, pemain game online tidak membutuhkan latihan secara khusus untuk menjadi profesional. Bermain game online juga tidak memakai seragam seperti atlet eSports.


2. Durasi bermain dan Jumlah pemain

Dalam hal waktu bermain, tim eSports menghabiskan waktu latihan rata-rata 8 jam. Dari sekian jam ini, tidak full bermain game selama 8 jam. Waktu tersebut terbagi atas latihan makro, scrim, analisa, taktik hingga latihan fisik dan team bonding. Misalnya satu tim eSports menghabiskan waktu untuk latihan bermain game yaitu 2 jam. Sisanya mereka melakukan analisa permainan, penerapan taktik dan menentukan strategi yang menghabiskan waktu mencapai 4 jam. Dari segi pemain, eSports bermain untuk tim.

Dari segi waktu, bermain game online tidak sampai pada durasi 8 jam. Walaupun mungkin beberapa gamers mengaku bermain hingga 8 jam bahkan lebih. Namun, pada durasi tersebut full hanya bermain game. Untuk jumlah pemainnya, game online tidak bermain untuk tim.


3. ESports butuh bakat dan latihan khusus

Bagi atlet eSports memiliki bakat adalah sebuah keharusan. Memiliki bakat alami dengan didukung latihan yang rutin menghasilkan atlet eSports yang profesional. Atlet yang berbakat akan lebih memiliki kualitas bermain yang baik walaupun dengan durasi bermain yang cukup singkat. 

Pemain game online, tidak memerlukan bakat dan latihan khusus untuk bisa bermain. Mengingat game online hanya sebagai hiburan, bukan sebagai profesi, jadi tidak ada standar khusus yang dibutuhkan para gamers. 


4. Jenis Permainan

Jenis Game untuk eSports memiliki standar yang tidak sembarangan. Game yang digunakan pada eSports harus kompetitif dan dapat dipertandingkan dalam sekala besar oleh berbagai negara. Inti dari eSports adalah fakta bahwa atlet harus mampu bersaing dengan lawan, baik secara individu maupun tim. Game pada eSports juga haru dilihat dari tujuannya. Tujuannya tidak hanya sekadar mengalahkan lawan tapi juga untuk menghancurkan basis pertahanan. Maka dari itu, dibutuhkan skill khusus, strategi dan teknik tertentu yang diterapkan oleh atlet. 

Permainan yang dimainkan oleh gamers online tidak harus dipertandingkan dalam sekala besar. Karena memang pada dasarnya bermain game online tujuannya untuk hiburan. 

Pada dasarnya, eSports adalah olahraga yang berasal dari game namun lebih kepada tingkat yang serius. eSports memiliki standar tertentu baik dari segi skill, durasi, jumlah pemain hingga jenis permainannya. Di sisi lain, bermain game online tidak seserius eSports karena pemainnya lebih memiliki tujuan untuk mencari hiburan. Namun bukan berarti game online dapat dipandang sebelah mata. Banyak game online yang memerlukan strategi dan taktik untuk memainkannya. Dengan bermain game online yang diseriuskan, bisa jadi Anda berpotensi menjadi atlet eSports.